Senin, 15 Agustus 2016

Asal Mula Roti Buaya

Roti buaya adalah hantaran serah-serahan wajib pada setiap acara pernikahan yang mengusung adat Betawi. Selain roti buaya, mempelai pengantin laki-laki juga memberikan uang mahar, perhiasan, kain, baju kebaya, selop, alat kecantikan, serta beberapa peralatan rumah tangga. Pada jaman sekarang ini, roti buaya sudah jarang dijumpai di toko-toko roti. Oleh karenanya bagi pasangan yang akan menikah, harus memesannya dulu pada toko roti. Pada Direktori Indonesia, banyak terdapat toko roti yang menerima pesanan roti buanya. 

Kenapa harus ada roti buaya ? Sebab, roti ini memiliki makna tersendiri bagi warga Betawi, yakni sebagai ungkapan kesetiaan pasangan yang menikah untuk sehidup-semati. Asal muasal adanya roti buaya ini, konon terinspirasi perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya. Dan masyarakat Betawi meyakini hal itu secara turun temurun.

Selain terinspirasi perilaku buaya, menurut keyakinan masyarakat Betawi, roti juga menjadi simbol kemampanan ekonomi. Dengan maksud, selain bisa saling setia, pasangan yang menikah juga memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa hidup mapan. Tradisi ini masih berlangsung sampai sekarang.

Sejatinya, bagi warga yang sudah terbisa membuat roti, tidak terlalu sulit membuat roti buaya ini. Sebab, bahan dasarnya sangat sederhana, yakni terigu, gula pasir, margarine, garam, ragi, susu bubuk, telur dan bahan pewarna. Keseluruhan bahan tersebut dicampur dan diaduk hingga rata dan halus, kemudian dibentuk menyerupai buaya. Setelah bentuk kemudian dioven/panggang hingga matang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar