Roti buaya adalah hantaran serah-serahan wajib pada setiap acara pernikahan yang mengusung adat Betawi. Selain roti buaya, mempelai pengantin laki-laki juga memberikan uang mahar,
perhiasan, kain, baju kebaya, selop, alat kecantikan, serta beberapa
peralatan rumah tangga. Pada jaman sekarang ini, roti buaya sudah jarang dijumpai di toko-toko roti. Oleh karenanya bagi pasangan yang akan menikah, harus memesannya dulu pada toko roti. Pada Direktori Indonesia, banyak terdapat toko roti yang menerima pesanan roti buanya.
Kenapa harus ada roti buaya ? Sebab, roti ini memiliki makna tersendiri bagi warga
Betawi, yakni sebagai ungkapan kesetiaan pasangan yang menikah untuk
sehidup-semati. Asal muasal adanya roti buaya ini, konon
terinspirasi perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya.
Dan masyarakat Betawi meyakini hal itu secara turun temurun.
Selain
terinspirasi perilaku buaya, menurut
keyakinan masyarakat Betawi, roti juga menjadi simbol kemampanan
ekonomi. Dengan maksud, selain bisa saling setia, pasangan yang menikah
juga memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa hidup mapan. Tradisi ini masih
berlangsung sampai sekarang.
Sejatinya, bagi warga
yang sudah terbisa membuat roti, tidak terlalu sulit membuat roti buaya
ini. Sebab, bahan dasarnya sangat sederhana, yakni terigu, gula pasir,
margarine, garam, ragi, susu bubuk, telur dan bahan pewarna. Keseluruhan
bahan tersebut dicampur dan diaduk hingga rata dan halus, kemudian
dibentuk menyerupai buaya. Setelah bentuk kemudian dioven/panggang
hingga matang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar